
Bukan rahasia umum jika REST API menjadi salah satu bentuk antarmuka web yang sering digunakan saat ini. Bagaimana tidak, REST API menawarkan kemudahan bagi klien untuk bisa saling berkomunikasi dengan layanan secara efektif dan efisien.
Namun, perancangan REST API ternyata tidak semudah dibayangkan loh! Dibutuhkan kecermatan dan ketelitian dalam memperhitungkan beberapa aspek, seperti keamanan, kinerja, dan nilai kegunaan.
Tanpa melewati perancangan yang baik, hal ini bisa mendatangkan kendala bagi pengguna API. Beberapa kendala tersebut adalah pengalaman pengguna yang buruk, ketidaksesuaian ekspektasi pengguna, dan turunnya minat mereka dalam menggunakan API.
Dalam artikel ini, kamu bisa menemukan informasi mengenai panduan dalam merancang REST API agar mudah dimengerti dan aman digunakan oleh pengguna. Yuk simak penjelasannya di bawah!
BACA JUGA: Optimalkan Bisnis dengan Restful API
Format Data Standar
Pastikan struktur respons dari API kamu selalu konsisten dan telah mengikuti standar yang telah ada ya! Ketika API memberikan respons, penting untuk kode status yang diberikan sesuai dengan pesan kesalahannya. Biasanya JSON menjadi pilihan umum yang sering digunakan karena standar yang mudah dibaca dan struktur data yang fleksibel.
Kata Benda pada Endpoint
Hindari penggunaan kata kerja dalam jalur endpoint. Sebaliknya, gunakan kata benda agar endpoint lebih bisa menggambarkan entitas yang mau kita ambil atau ubah sebagai nama path.
Metode HTTP seperti GET, POST, PUT, dan DELETE telah dirancang sebagai kata kerja untuk melakukan operasi dasar CRUD (Create, Read, Update, Delete).
Sebagai contoh, jalur endpoint seharusnya tidak terlihat seperti ini https://mysite.com/createPost. Melainkan, menjadi https://mysite.com/Posts
Kata Benda Jamak
Kata benda jamak memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memahami jika terdapat lebih dari satu entitas di dalam situs, tanpa harus membukanya. Misalnya htps://mysite.com/posts/123. Dari contoh tersebut mengindikasikan bahwa situs tersebut memiliki kumpulan postingan yang berbeda.
Kode Status untuk Penanganan Kesalahan
Agar pengguna dapat memahami apabila terjadi permasalahan, baik itu permintaan berhasil, gagal, dan lainnya. Gunakan kode status HTTP yang jelas. Berikut beberapa rentang kode yang bisa kamu manfaatkan:
- 100-199 untuk respons informatif
- 300�299 untuk pengalihan
- 400�499 untuk kesalahan dari sisi klien
- 500-599 untuk kesalahan sisi server
Path Parameter
Path adalah jenis parameter yang terletak pada URL endpoint. Dalam REST API, bagian path pada URL menunjukkan struktur atau hierarki kelas entitas. Path parameter membantu kamu menyederhanakan panggilan ke satu sumber daya saja. Sehingga, kamu tidak perlu membuang waktu untuk membangun payload tambahan.
Path parameter diberi tanda dengan kurung kurawal ({ }), yang mana memberikan kesempatan bagi Developer untuk mengatur bagaimana suatu sumber daya tertentu direpresentasikan.
Contohnya, dalam �userId� dalam endpoint https://mysite/users/{userId} berfungsi untuk mengidentifikasi pengguna tertentu
Nesting dalam Endpoint
Endpoint yang memiliki keterkaitan informasi sebaiknya diletakkan dengan bersarang agar lebih mudah dipahami oleh pengguna. Hindari endpoint yang memuat lebih dari tiga tingkat karena dapat membuat API sulit dibaca.
Misalnya, https://mysite.com/posts/{postid}/comments mengindikasikan bahwa suatu post memiliki komentar masing-masing.
Gunakan Filtering, Sorting, dan Pagination
Apabila database API kamu memiliki kuantitas yang cukup besar, kamu perlu menggunakan filter, sorting, dan pagination untuk mengelola data.
API hanya akan mengambil, mengurutkan, dan mengatur data yang relevan saja sehingga mencegah server dari beban permintaan yang berlebihan. Misalnya, endpoint �posts?tags=javascript� akan mengambil unggahan yang memiliki tag JavaScript.
Terapkan Versioning
REST API sebaiknya memiliki versi yang berbeda apabila terdapat perubahan dan penyesuaian baru. Bentuk penomoran pada versi dapat diatur melalui pendekatan semantik.
Salah satu contoh pendekatan semantik adalah 2.0.7. Dalam hal ini, angka pertama berperan sebagai versi utama, angka kedua sebagai versi minor, dan angka ketiga sebagai versi perbaikan.
Dengan begitu, kamu dapat secara bertahap menggantikan beberapa endpoint lama tanpa harus memaksa semua pengguna beralih ke API baru secara bersamaan. Tenang saja! Endpoint V1 juga dapat tetap aktif bagi mereka yang tidak ingin berubah. Sementara itu, Endpoint v2 dengan fitur-fitur yang lebih canggih dapat melayani pengguna lain yang siap untuk melakukan upgrade.
Penerapan SSL untuk Keamanan
Sertifikat SSL atau dikenal dengan Secure Socket Layer berperan penting dalam menjaga keamanan dan menghindari desain REST API kamu dari serangan berbahaya. Sertifikat SSL ditandai oleh adanya �s� dalam URL REST API, seperti https://mysite.com/posts
BACA JUGA: Chat GPT: Suatu Kemudahan atau Menyeramkan?
Kesimpulan
Nah itu dia beberapa pedoman yang sebaiknya diikuti ketika membuat REST API.
Penerapan pedoman dan aturan dalam perancangan REST API adalah kunci untuk memastikan pembangunan aplikasi yang optimal, lancar dan aman. Hal ini tidak hanya memastikan keamanan data pengguna, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman pengguna API kamu loh!
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website dan media sosial Apilogy. Segera dapatkan dan manfaatkan fitur-fitur terbarunya untuk kemajuan bisnis kamu.